Rabu, 22 Mei 2019
Bisnis

5 Pemuda Indonesia Yang Sukses Kembangkan Usahanya di Bidang Internet

Foto: Pixabay

Pada era sekarang ini banyak sekali kita temukan pemuda-pemuda yang sudah memulai usahanya, dan tidak hanya itu saja, cukup banyak juga pemuda-pemuda sukses dan bahkan sudah menjadi miliarder di usia yang masih muda, pada artikel kali ini saya akan sharing kepada kalian 5 Pemuda Indonesia Yang Sukses Kembangkan Usahanya di Bidang Internet, adapun sumber artikel ini dari buku 101 YOUNG CEO.

1. Aria Rajasa

Pemuda lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia ini telah mendirikan startup-nya di bidang fashion dan e-commerce, Gantibaju[.]com serta Tees.co.id (tapi untuk website Gantibaju[.]com terahir saya cek tidak dapat ditemukan lagi di Internet).

Aria memulai perjalanan bisnisnya dengan mendirikan perusahaan di bidang web design bersama rekan kuliahnya pada tahun 2004, yang beberapa tahun kemudian harus ia tutup. Dia sempat juga mengembangkan website untuk berbagi foto bernama sharingfoto[.]com, bisnisnya ini sempat berjalan, karena besarnya biaya operasional terpaksa usahanya ini juga harus ditutup.

Aria sempat bekerja sebagai seorang web developer dan game programmer. Namun karena Aria tidak mempunyai jiwa sebagai seorang pekerja akhirnya Aria memutuskan untuk fokus full time mengembangkan usaha sendiri. Tahun 2010 bersama dua rekannya Aria mendirikan GantiBaju[.]com, sebuah situs yang menjual baju-baju, dan karena kreatifitas dan usaha kerasnya Gantibaju[.]com-pun sukses dengan raihan-raihan prestasi. GantiBaju[.]com telah meraih Top 10 Best Web App in Asia di Singtel Accelerate 2010, Best of the Best di Sparxup Award 2011, juara 1 kategori bisnis SwaStartup 2011 dan IYCE Fashion Sector 2011 adalah beberapa di antaranya. Dan pada tahun 2012, Aria mengembangkan lini bisnis baru bernama Tees.co.id.

2. Asri Tadda

Jika ada orang yang mengatakan, “Saya mendapatkan ratusan dollar per-bulannya dari blog,” apakah kamu percaya ?, Asri Tadda membuktikan kebenaran pernyataan itu. Pria lulusan kedoktoran yang malah berbisnis online dari blog ini memulai bisnisnya dengan belajar otodidak. Kini ia memiliki perusahaan internet marketing dan blog advertising, plush sekolah blog dan kafe.

Pria lulusan dari Jurusan Kedoktoran Umum, Universitas Hasanuddin, Makassar ini semasa kuliah rajin menulis opini di Koran-koran daerah dan tiap bulannya ia bisa mendapatkan Rp500 – Rp800 ribu. Mulai tahun 2005 Asri aktif ngeblog dan mengaktifkan Google Adsense, sebuah layanan iklan dari google dan kita bisa mendapatkan uang dari setiap klik, total 400 dolar As ia dapatkan dari ngeblog. Asri juga menjual Artikel secara online dan menjual link di websitenya(memasang link artikel orang diwebsite kita).

Baca Juga :  Peluang Bisnis Perumahan Syariah Yang Menjanjikan Bagi Anda Developer

Ia sempat juga membuat usaha jual beli artikel bernama Articles Trade yang menyediakan artikel umum berbahasa inggris. Ada ratusan penulis yang mendaftar di website tersebut. Per artikel ia dibayar 5 dolar AS, dua dolar untuk penulis dan 3 dolar untuknya. Selain Articles Trade, ia memiliki layanan-layanan bisnis online lain seperti SEO-SEMID Inc., BuyLinkPost, PublishMyArticles, dan masih banyak lagi. Ia juga mengelola ratusan blog untuk advertising bersama temannya, dengan omset sekitar Rp.100 juta per bulan.

Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2008 ini pun membuat bendera bernama AstaMedia Group di awal 2009 untuk menaungi semua usahanya. Selain layanan-layanan online yang disebutkan sebelumnya, ia juga memiliki layanan Internet Marketing dan SEO, iklan baris, serta blog network.

3. Brian Arfi Faridhi

Pria yang menikah di usia 18 tahun ini masih terus fokus di bisnis internet. Hasilnya, perusahaannya sukses dan berbagai  produk dalam bentuk online telah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pria yang kelahiran tahun 86 ini telah banyak mengalami kegagalan, banyak usaha yang sudah dia jalani, seperti : Kursus privat, jualan perfume, buka lapak, menjual jus, roti bakar, burger penyet, bubur kacang hijau, hingga batagor keliling, semua berakhir dengan kegagalan.

Di sela-sela menjalankan bisnis offline tersebut, saat kuliah di Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, ia bersama istrinya, Juanita Vyatri, suka ber-eksperimen dengan computer dan juga menulis blog, mendesign web dan juga mengikuti milis dan komunitas, walaupun  tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang computer, ia menemukan passion-nya memang di dunia internet.

Tahun 2006, saat jualan online belum seramai sekarang, ia menciptakan website PernikMuslim[.]com, toko online yang menjual kebutuhan muslim seperti baju muslim, obat-obatan herbal, buku, makanan, yang semuanya sesuai budaya islam. Secara teknis, website ini dibuat sang istri, sedangkan Brian melakukan pemasaran website. Dan brian juga banyak menciptakan produk online lainnya, seperti VimpleShop[.]com.

Baca Juga :  3 Hal Yang Bakal Terjadi Jika Seseorang Melanggar Pantangan Dalam Bisnis

Memiliki istri yang ahli membuat website, brian memulai menawarkan jasa pembuatan website maupun toko online kepada berbagai perusahaan. Akhirnya 2006, Dhezign Online Solution lahir untuk melayani perusahaan-perusahaan dalam meningkatkan ekstitensinya di internet. Tahun 2009 badan hukum PT Dhezign Online Solution terbentuk.

Karena kesukaan Brian mengembangkan perusahaan web development dan berbagai produk-produk online tersebut membuatnya diganjar penghargaan juara Wirausaha Muda Mandiri tahun 2009, pemenang National Business Innovation Competition iMULAI tahun 2011 dan 2012, dan lainnya.

4. Diajeng Lestari

HijUp[.]com (gabungan kata hijab dan dress up) adalah sebuah mal online yang menjual hijab, baju, aksesoris, tas, dan fashion muslimah lainnya, hasil karya berbagai designer yang menjadi tenant-nya. HijUp[.]com dibangun oleh Diajeng Lestari dengan visi bahwa bisnisnya harus memiliki impact dan manfaat kepada dunia.

Setelah sempat bekerja setahun di GTS (lembaga pemerintahan Jerman yang bekerja sama dengan Indonesia di bidang pelayanan public). Kemudian ia bekerja di perusahaan marketing research bernama MARS. Ia mendapatkan pengetahuan tentang branding, membaca pasar, melihat potensi pasar, dan sebagainya. Dua tahun disana, kemudian Ajeng memutuskan keluar dari pekerjaan tersebut dan memutuskan untuk membuka sebuah bisnis dalam bidang fashion muslimah. Mengapa ? Karena Ajeng mencintai hijab.

Untuk mengembangkan bisnisnya Ajeng tentu perlu toko online, Kebutulan suami Ajeng, Ahmad Zaky, sudah memiliki perusahaan IT-nya bernama Suitmedia, jadi pembuatan website-nya didukung oleh Suitmedia. Berdirilah HijUp[.]com pada agustus 2011, dengan 14 tenant bergabung pada awalnya. Target pasar HijUp[.]com adalah muslimah muda usia 20-25 tahun, kebanyakan pelanggan mereka adalah karyawan yang sudah bekerja, karena tuntutan dunia professional mengharuskan mereka tampil grooming  alias dandan, bersih, dan enak dilihat.

Baca Juga :  Nurana Indah Paramita – Menerangi Pulau dengan Turbin Pembangkit Listrik Arus Laut

5. Ryan Gondokusumo

Ingin mendapatkan berbagai pilihan design kreatif berkualitas  untuk kebutuhan perusahaan dengan harga terjangkau? Coba Sribu[.]com. situs crowdsourcing yang didirikan oleh Ryan Gondokusumo ini “mempertemukan” perusahaan yang butuh design dengan ribuan designer yang siap berkarya.

Pemuda lulusan dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Purdue, Amerika Serikat tahun 2006 ini memiliki cita-cita menjadi pengusaha, ia lebih dulu bekerja di berbagai perusahaan dalam industri yang berbeda-beda. Salah satunya di perusahaan travel sebagai head of business development. Saat Ryan bekerja diperusahaan tersebut, Ryan memiliki banyak kebutuhan design kreatif, mulai dari logo, banner, brosur, kalender, dan sebagainya. Sayangnya banyak kebutuhan design itu tidak bisa dipenuhi hanya mengandalkan designer kantornya. Kondisi kebutuhan design ini ternyata juga dialami perusahaan-perusahaan lain.

Sebagai solusi masalah ini, ia membuat situs crowdsourcing design bernama Sirbu[.]com. Ryan memulai Sribu[.]com pada juni 2011 dengan tabungannya sebagai modal awal dan mengajak saudaranya, Wenes Kusnadi sebagai web developer untuk membangun website Sribu[.]com.

Perusahaan yang membutuhkan design logo, mascot, poster, merchandise, interior design, dan sebagainya, tinggal melakukan pemesanan lewat  Sribu[.]com. Ada berbagai paket yang bisa dipilih, dari harga Rp1,5jt hingga di atas Rp10jt.

Tantangan yang ia hadapi di masa-masa awal usahanya adalah memperkenalkan layanannya ke public karena konsep crowdsourcing ini masih sangat baru di Indonesia pada saat itu. Pemenang SparxUp Award 2011 dan lulusan Jakarta Founders Institute ini sudah memiliki lebih dari 500 klien local maupun mancanegara dan lebih dari 25.000 designer yang menghasilkan 135 ribu karya per April 2013. Kini Ryan siap masuk ke regional market dengan investasi yang diberikan oleh East Ventures, sebuah perusahaan pemodal ventura berbasis di Singapura.

Itu dia 5 Pemuda Indonesia Yang Sukses Kembangkan Usahanya di Bidang Internet, semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk menemukan referensi atau hanya sebagai wawasan yang nantinya bisa manjadi panduan buat kamu untuk meraih cita-cita.

Nurul Arifin
the authorNurul Arifin
Admin & Writer
Only I can change my life. No one can do it for me.