Jumat, 19 Juli 2019
Bisnis

Menghindari 4 Kebiasaan Jual/Beli yang Tidak Syar’i

Image: Pixabay

Menjual produk yang berkualitas kepada konsumen tentu sangat diutamakan. Jika tidak, tentu si konsumen akan merasa rugi, tidak puas, atau bahkan kurang merasakan manfaat dari apa yang kita jual. Padahal, sifat dasar perdagangan adalah saling membantu dan saling memberikan keuntungan. Jika salah satu pihak ada yang dikecewakan, sudah pasti itu bukanlah jenis perdagangan yang semestinya.

Ada beberapa kesalahan yang terkadang dilakukan oleh beberapa pedagang dalam menjual produk-produknya. Entah sudah diketahui atau memang bermaksud menutupi kualitas produk itu sendiri. Berikut ini beberapa kebiasaan menjual produk agar kita bisa belajar dan terhindar dari praktik penjualan yang tidak syar’i.

1. Menjual tidak sesuai dengan kualitas produk

Harga jual haruslah sesuai dengan kualitas produk. Penjual harus menjelaskan kepada calon pembeli bahwa produk kualitasnya ada yang kurang baik sehingga ditawarkan dengan harga yang lebih murah. Sebaliknya, harga produk yang mahal-pun harus dijelaskan ke calon pembeli apa yang mendasarinya.

2. Menjual Produk Haram

Menjual produk haram sudah barang tentu tidak boleh dan bahkan haram dilakukan. Coba bayangkan, produknya saja sudah haram, apalagi menjualnya untuk mendapatkan keuntungan besar. Misalnya, menjual minuman keras. Untuk mendapatkan keuntungan tambahan, di warung-warung atau swalayan disediakan pula berbagai jenis miras.

Sering kali saat kita pergi ke daerah-daerah yang menjadi pusat wisata, apalagi yang wisatawannya sebagian besar turis asing (Bule). Pasti banyak kita jumpai toko-toko yang menjual bebas minuman keras dengan dalih menyediakan untuk para turis asing yang ingin membeli. Sangat disayangkan, ternyata pedagangnya adalah seorang muslim.

Selain menjual hal-hal yang dilarang, menjual sesuatu yang membuat kemerosotan moral dan akal juga sangat dilarang di dalam Islam. Misalnya, menjual majalah, CD Player, atau novel yang berbau pornografi. Zaman sekarang banyak sekali pemicu merosotnya moral bangsa, terlebih lagi melalui media online yang makin canggih.

Baca Juga :  Ingin Dapatkan Suntikan Dana Usaha? Bubuhkan 5 Poin Berikut Ini Untuk Memikat Calon Investor

3. Menjual barang yang belum dimiliki

Cara berjualan seperti ini hendaknya tidak dilakukan karena tidak ada jaminan bagi penjual untuk memperoleh barang sebagaimana yang diinginkan pembeli. Rasulullah pernah melarang cara jual beli seperti itu.

Suatu saat hakim bin Hizam r.a bercerita:

Aku menghadap Rasulullah saw., lalu berkata, “Seseorang telah datang kepadaku untuk membeli barang dariku, sementara aku tidak memiliki barang itu. Kemudian, aku pergi ke pasar untuk membeli barang tersebut dan kuserahkan kepadanya.” Lalu, Rasulullah bersabda, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR Turmudzi no. 1153)

Lalu, bagaimana dengan jual beli online yang saat ini marak di kalangan masyarakat? Bukankah banyak dari pembeli yang tidak bisa melihat secara langsung barang yang akan dibeli? Dalam jual beli online penting untuk diperhatikan adalah kualitas produk yang diperjual belikan. Penjual yang curang biasanya sering kali mempunyai kebiasaan menipu dan menunjukkan foto produk-produk yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Jika penjualnya adalah orang yang amanah, sudah pasti barang akan sampai dan barang tersebut memang sesuai dengan apa yang diterangkannya sebelum membeli, dalam arti memang berkualitas. System jual beli semacam ini juga memiliki beberapa kekurangan, selain tidak bisa melihat contoh barang secara langsung, juga kadangkala si pembeli tidak menerima barang pesananan atau mungkin kualitas barangnya itu jelek dan sangat tidak sesuai dengan apa yang dituliskan sebelum membeli.

Membeli melalui media online, apalagi dengan penjual yang tidak kita kenal memang harus membutuhkan kehati-hatian jika tidak ingin kena tipu. Kita bisa mempelajarinya terlebih dahulu, apakah penjual tersebut benar-benar memegang produk yang ia jual atau jangan-jangan tidak. Jika tidak, berarti sama seperti kesimpulan hadits di atas bahwa Rasulullah saw. Melarang menjual barang yang tidak ada pada penjual.

Baca Juga :  Ingin Menjadi Entrepreneur, 7 Pola Pikir Berikut ini Wajib Kamu Miliki

4. Menjual produk promosi dengan menutupi harga sebenarnya

Promosi tentu sudah lazim dilakukan oleh pedagang. Mungkin kamu sudah sering melihat berbagai jenis promosi, seperti diskon, Flash Sale, Hot Deals, Cashback dan banyak lagi jenis promosi lainnya yang tujuannya adalah satu, yaitu untuk membuat orang tertarik sehingga akan membeli barang tersebut. Produk yang digunakan sebagai promosi untuk menarik minat pembeli itu sebenarnya tidak terlalu mahal, tetapi seolah diberi kesan bahwa harganya sangat mahal sehingga pembeli akan merasa mendapatkan untung berlipat-lipat.

Malah bisa jadi hadiah promo yang ditawarkan itu menimbulkan kesan yang lebih mahal dibandingkan dengan harga belinya. Tindakan ini sengatlah tidak diperbolehkan. Mengapa?, sebab, tindakan tersebut termasuk dalam membohongi pelanggan karena menutupi harga beli produk yang sebenarnya. Meskipun dengan berbagai alasan, misalnya produk yang dibeli langsung dari pabrik, tetap saja penjual harus jujur menyebutkan harga belinya kepada pelanggan.

Itu dia Menghindari 4 Kebiasaan Jual/Beli yang Tidak Syar’i, seyogianya kita sebagai umat nabi Muhammad jangan melakukan praktek jual/beli yang sudah saya paparkan diatas karena dapat merugikan sicalon pembeli, ada masukan atau tambahan silakan dikolom komentar yak.

Nurul Arifin
the authorNurul Arifin
Admin & Writer
Only I can change my life. No one can do it for me.