Sunday, 21 April 2019
BudayaHumorInspirasi

6 Tradisi Pernikahan di Indonesia Ini Sangat Unik

Indonesia dikenal dengan negara yang masyarakatnya multikultural (beragam), serta memiliki agama, suku dan budaya yang berbeda-beda. Tak lain sama halnya dengan cara pelaksanaan pernikahan dilengkapi adat berbeda-beda pula di setiap daerah/wilayah di penjuru negeri Indonesia. Pada umumnya seperti yang kita tahu, bahwa pernikahan adalah sebuah upacara pengikatan janji yang dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki beragam variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya maupun kelas sosial. Setiap variasi tradisi yang dimiliki oleh suatu suku pun memiliki keunikannya masing-masing. Nah, disini penulis akan menggambarkan beberapa pernikahan yang unik menurut kacamata penulis, beberapa diantaranya yaitu:

1. Kromojati

Pernikahan ini bisa dikatakan menggunakan tradisi yang bermakna ‘cinta lingkungan’ dengan mengggunakan simbol Pohon Jati. Tepatnya prosesi ini berada di Kawasan Bohol, Gunung Kidul. Tradisi ini dicanangkan oleh Pemerintah setempat pada tahun 2007. Dalam sebuah tradisi, pengantin pria seperti pada umumnya akan memberikan mahar pada pengantin wanitanya sebagai bentuk ikatan suci yang mengikat antara keduanya seperti emas, seperangkat alat shalat dan lain-lainnya. Namun dalam tradisi pernikahan ini, pemuda yang ingin menikahi wanita daerah Bohol wajib memberikan mahar berupa penanaman 5 bibit Pohon Jati di kawasan Gunung Kidul.

2. Kawin Culik

Tradisi kawin culik di praktekkan oleh Suku Sasak di Lombok. Kronologinya, si pemuda akan datang ke rumah sang kekasih secara diam-diam pada malam harinya untuk ‘menculik’ tanpa ketahuan dan dibawa ke kediaman pria tersebut untuk dinikahi. Setelah aksi ini berhasil, sang pria kembali ke rumah calon pengantin wanita untuk mengatakan bahwa anak mereka telah diculik dan berniat untuk menikahinya. Jika disetujui oleh keluarga, kaki si pria akan dibasuh dengan air kelapa. Namun jika sebaliknya, pihak keluarga akan menggunakan air tajin. Adapun yang perlu kita ketahui bahwa aksi ini (proses penculikan) pastinya telah disetujui oleh keluarga kedua belah pihak dalam upaya menjaga tradisi mereka, dan tidak disebut sebagai suatu pembangkangan terhadap keluarga.

3. Man Pasir

Salah satu tradisi pernikahan unik lainnya yaitu berada di Aceh, tepatnya di Desa Kong Bur Gayo Lues. Menurut penulis tradisi sangat unik karena tradisi belum pernah terdengar di daerah Aceh yang lain. Saat itu, ada seorang pemuda yang menikah diusia muda. Pada saat mahbai atau dalam bahasa Aceh nya disebut sebagai antar linto ke rumah perempuan atau orang Gayo sering menyebutnya inen manyak, setelah prosesi mahbai ke rumah inan manyak berlangsung, pada malam harinya sudah menjadi tradisi bahwasanya anak gadis Kampung Kong memasak mie bersama. Kemudian para anak gadis dan pemuda Kampung Kong berkumpul dibawah balai adat untuk menikmati makanan dan minuman bersama yang telah dihidangkan. Setelah acara makan bersama selesai, dilanjutkan dengan tradisi man pasir dimana anak-anak gadis yang ada di Kampung tersebut mengerjai suami inen manyak. Jadi pada malam ini anak gadis Kong bebas untuk berbuat apa saja, seperti mengambil uang si lelaki tersebut atau dikerjai untuk makan sesuatu yang mereka ajukan, maupun mengerjai dengan cara lainnya. Yang terpenting adalah tradisi man pasir ini terus berlangsung, karena tanpa tradisi man pasir dilaksanakan maka proses pernikahan belum lengkap.

4. Tradisi Menahan Buang Air Kecil

Mendengar tradisi ini cukup membuat kita bertanya-tanya ya… Mungkin kita menganggapnya aneh, tapi beginilah setiap tradisi memiliki khas nya masing-masing yang harus dijaga. Nah, Suku Tidung di Kalimantan adalah salah satu suku yang melaksanakan pernikahan dengan adat tersebut. Setelah resmi menjadi suami istri, semua pasangan berharap keluarga beserta anak-anak mereka selalu dalam keadaan sehat dan banyak rezeki. Melalui tradisi ini mereka memastikan harapan tadi terwujud. Tiga hari sebelum pernikahan, baik mempelai pria maupun wanita dilarang untuk buang air. Tradisi ini bagi kita seperti hukuman ya dan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, tradisi ini juga tetap ada dan masih dilakukan hingga sekarang, bahkan salah satu daerah di negara Malaysia juga melakukan tradisi ini. Kedua calon pengantin duduk bersila dan diawasi oleh kelurga secara bergantian agar tidak kabur ke kamar mandi, sehingga kedua pengantin pun biasanya hanya sedikit makan dan minum untuk mengatasi keinginan buang air.

Baca Juga :  Inilah 10 Kewajiban Suami Terhadap Istri

5. Pria Dilamar Oleh Wanita

Salah satu daerah yang mempraktekkan adat ini adalah Adat Pernikahan Minangkabau, karena disini pihak wanita yang datang ke keluarga mempelai pria untuk melakukan proses meminang. Setelah adanya kesepakatan, kedua pihak pun akan melakukan pertukaran beberapa benda sebagai simbol pengikat. Menurut beberapa sumber, biasanya pihak wanita akan membawa kue-kue, buah-buahan, serta kampia (tas berbahan daun pandan) yang berisi sirih dan pinang disuguhkan untuk dicicipi keluarga pihak pria. Setelah itu, dilaksanakan proses tukar-menukar keris, kain, dan benda-benda pusaka keluarga lainnya. Adapun dalam tradisi ini juga melalui beberapa tahap seperti: meresek (Pertemuan), meminang dan batimbang tando (Meminang dan bertukar tanda), mahanta siriah (Minta Izin), babako babaki (Membawa berbagai antaran), malam bainai (Mewarnai inai pada kuku wanita), manjapuik marapulai (Menjemput mempelai pria untuk akad nikah), melakukan penyambutan anak baro, dan masih ada tradisi lagi setelah akad nikah. Menurut mu unik bukan?

6. Tradisi Dodolan Dawet (jual cendol) Oleh Pengantin Wanita

Di adat Jawa, prosesi Dodol Dawet ini disimbolkan sebuah harapan atau doa agar pernikahan yang akan digelar esok harinya dikunjungi banyak tamu seperti juga laris manisnya dawet yang terjual. Ketika sang pengantin wanita telah selesai melakukan siraman, biasanya orang tua pihak wanita (ibu calon pengantin didampingi suaminya) akan melakukan tradisi dodolan dawet di halaman rumah dengan mengundang keluarga dan tetangga sekitar. Bentuk dawet yang bulat bermakna bahwa si orang tua sudah memiliki tekad bulat untuk menikahkan anaknya. Sedangkan mata uang yang digunakan untuk transaksi jual beli dawet adalah berupa bulatan kreweng, yaitu sebuah bentuk tembikar yang mirip dengan uang logam. Makna dari mata uang kreweng adalah pada dasarnya manusia berasal dari bumi. Kreweng nantinya akan diterima oleh suami, sedangkan istri khusus melayani para pembeli dawet. Maknanya dapat diartikan bahwa suami-istri harus bekerja sama membangun rumah tangga.

Itu dia pemaparan dari penulis tentang 6 Tradisi Pernikahan di Indonesia Ini Sangat Unik semoga bisa menambah wawasan bagi pembaca, ada lagi tradisi pernikahan di Indonesia yang lebih unik dari yang penulis paparkan disini bisa ditambahkan dikolom komentar ya.

Rahmayani
the authorRahmayani
WRITER