Friday, 22 March 2019
Budaya

Washi, Kertas Jepang Yang Mempesona

Sebagai Budaya dan Berbagai Kegunaan Lainnya

Siapa yang tidak tahu kertas? walaupun penggunaan kertas pada dekade kedua dari abad millenium ini sudah mulai dikurangi karena pengaruh teknologi. Banyak diantara kita yang hanya mengenal kertas biasa yang tersedia di pasaran, baik itu untuk kegunaan percetakan maupun sebagai alat tulis. Nah, ada hal yang unik, ternyata di Jepang, mereka membuat kertas secara tradisional dan digunakan untuk berbagai keperluan. Mereka menyebutnya washi, kertas dengan seribu pesona.

Washi adalah sebutan untuk kertas yang diolah secara handmade / tradisional di Jepang. Tujuan dari pembuatan kertas washi adalah untuk berbagai keperluan dan sudah di mulai dari zaman dahulu kala.

Kertas Dalam Tradisi Budaya Jepang.

Pernah mendengar istilah “origami”? ya begitulah sebutan atas sebuah karya lipat dari kertas. Ternyata origami adalah satu istilah dari banyak karya seni dari kertas di jepang. Kertas telah menjadi hal terpenting dalam kehidupan orang-orang di Jepang, sebagai budaya maupun penggunaan yang unik lainnya. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang penggunaan kertas washi yang telah menjadi salah satu budaya jepang terpopuler
di dunia.

Washi berasal dari dua kata, wa yang artinya orang jepang dan shi adalah kertas. Kertas ini di buat secara manual dengan tangan dengan bahasa lain adalah handmade. Washi sangat ringan dan memiliki tekstur yang lembut akan tetapi tidak mudah untuk di robek dan juga tahan lama. Karena washi memiliki serat yang lebih panjang dibandingkan dengan kertas yang terbuat dengan bantuan mesin. Dengan begitu washi dapat digunakan untuk berbagai tujuan.Washi, Kertas Jepang Yang Mempesona

Masa Awal Pembuatan Kertas Washi.

Teknik pembuatan kertas pada dasarnya berasal dari China yang kemudian tersebar ke Jepang pada awal abad ke 7. Orang-orang di zaman itu menggunakan rami untuk membuat kertas pada awalnya, namun sangat menguras tenaga serta menghabiskan banyak waktu dalam pembuatannya. Akhirnya mereka beralih kepada beberapa bahan dasar seperti fiber yang bisa di dapatkan dari inti pohon gampi, mitsumata (edgeworthia chrysantha), atau semak-belukar pohon murbei (kozo) (wikipedia). Hasil dari bahan dasar tadi mereka sebut washi.

Baca Juga :  6 Cara Untuk Tampil Percaya Diri Di Depan Publik

Washi, Kertas Jepang Yang Mempesona

Sebagai Inspirasi Bagi Budaya Jepang.

Sekitar tahun 710 – 784, tukang batu/kayu yang ahli dalam membuat hiasan, membuat sebuah pagoda yang mana tiap-tiap tingkatannya memiliki kertas washi yang bertuliskan doa-doa agama Budha. Hyakumanto Dharani adalah salah satu dari sekian banyak karya miniatur pagoda yang menggunakan washi. Kertas tersebut di perkirakan sudah berumur 770 tahun, dan diyakini sebagai kertas printed tertua di dunia.

Washi, Kertas Jepang Yang Mempesona

Sebagai Bagian dari Kehidupan.

Seperti yang sudah kita bahas diatas bahwa washi dalam kehidupan masyarakat Jepang  dipergunakan untuk berbagai tujuan. Seperti payung, kertas tulis, sebagai tanda dan berbagai kebutuhan lainnya. Hal ini dikarenakan washi sangat kuat, kertas yang indah, dan juga serba guna.

Fusuma dan Shoji salah satu dari sekian banyak contoh penggunaan washi dalam kehidupan orang Jepang. Fusuma adalah panel yang berbentuk persegi yang dipasang pada sebuah rel yang terbuat dari kayu, yang bisa di buka dan di tutup
yang berfungsi sebagai pintu. Untuk ruang yang besar, fusuma ini bisa berfungsi membuat sekat-sekat antara satu ruang dengan ruang yang lain. Shoji pun serupa dengan fusuma, namun lebih kepada pintu atau jendela yang memiliki kerangka dari bambu. Baik fusuma maupun shoji, washi paper adalah lapisan yang digunakan. Sehingga dipagi hari, cahaya pun masih bisa menerangi ruangan.

Washi, Kertas Jepang Yang Mempesona

Sumber artikel : nipponica buletin, wikipedia

Dzulgunar M. Nasir
the authorDzulgunar M. Nasir
Admin & Writer
Sometimes I force myself to write something I dislike. Therefore I Learn.