Rabu, 23 Oktober 2019
BisnisInspirasi

Nurana Indah Paramita – Menerangi Pulau dengan Turbin Pembangkit Listrik Arus Laut

Penelitian sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berhasil diangkat oleh mereka sendiri menjadi sebuah bisnis menjanjikan dalam bidang sumber energi alternatif. Nurana dan kawan-kawan di PT T-Files Indonesia menciptakan turbin pembangkit listrik dengan memanfaatkan arus laut.

Perusahaan ini bermula dari penelitian Tugas Akhir Mita, panggilannya, dan kawan-kawannya semasa kuliah di ITB. Mereka terdiri dari berbagai jurusan di ITB. Mita, panggilan akrab berasal dari jurusan Oceanografi. Mereka tergerak untuk melakukan penelitian tentang turbin pembangkit listrik arus laut karena melihat Indonesia yang Negara Maritim ini belum memanfaatkan potensi lautnya secara maksimal.

Penelitian ini bermula tahun 2005 dengan 10 orang mahasiswa. Modal awal untuk memulai usahanya ini berasal dari berbagai pihak, antara lain dana penelitian, pemerintah, maupun alumni ITB. Mereka dibimbing mantan rektor ITB, almarhum Prof Iskandar Alisjahbana, yang berpesan sebelum wafatnya agar hasil penelitian ini jangan hanya menjadi penghias perpustakaan seperti banyaknya penelitian lainnya.

Tahun 2006, gadis kelahiran Bandung, 04 April 1985 beserta kawan-kawannya berhasil mengembangkan turbin yang menggunakan arus sungai. Daya yang dihasilkan baru 500 watt. Tahun 2008 tim bertambah menjadi 13 orang, turbin mereka untuk pertama kalinya bisa dipasang di laut. Turbin yang dipasang di Pantai Mutiara, Jakarta ini, menghasilkan listrik berdaya 2.500 watt. Awal 2009, turbin yang mereka pasang di Nusa Penida, Bali, berhasil membangkitkan listrik berdaya 5.000 watt. Pada akhir 2009, mereka menyempurkan turbinnya sehingga mampu menghasilkan listrik hingga 10 kVA yang bisa menghidupkan listrik satu desa.

Setelah berhasil menyempurnakan produk yang hampir seluruhnya menggunakan bahan-bahan lokal ini, mereka ber-13 memutuskan untuk mendirikan PT T-Files Indonesia Pioneer. “Kalau tak jadi PT, nasib T-Files hanya berupa riset yang menjadi bahan di laboratorium.”. Mita dipercaya sebagai direkturnya. Perusahaan binaan Pusat Inkubator Bisnis ITB ini sempat kesulitan menjual produknya karena proposal mereka sering ditolak. Ada tawaran dari Investor Jepang, namun idealisme dan nasionalisme bahwa teknologi ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa Indonesia. T-Files akhirnya menjalin kerja sama dengan LIPI dan Kementrian Riset dan Teknologi.

Baca Juga :  13 Pantangan dalam Bisnis Yang Tidak Boleh Dilakukan

Target pasar T-Files adalah perusahaan-perusahaan listrik maupun kontraktor. Turbin T-Files-pun sudah terpasang dibeberapa pulau seperti Bali, Lombok, dan pulau-pulau pribadi.

Kerja keras Nurana Indah Paramita dalam membesarkan T-Files berbuah manis. Tak Cuma meraup untung, Mita juga menjawab keinginan masyarakat di pulau terpencil menikmati pasokan listrik. Ia juga mengembangkan potensi laut yang semakin gencar dilakukan di Negara ini.

Tak hanya itu, Mita, panggilan akrabnya, banyak menuai penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Adapun penghargaan yang di raih T-Files ialah peringkat kedua dalam ajang Business Plan Contest School of Internet (SOI), Mita dan Team juga pernah meraih runner up Global Entrepreneur Obama serta memenangkan penghargaan Global Initiative through Science and Technology (GIST) Amerika Serikat pada 2012.

Penghargaan ini mengantarkan Mita ke negeri Paman Sam. Ia bahkan mendapat kesempatan belajar bisnis di Silicon Valley.

Di dalam negeri, kesuksesan Mita diganjar penghargaan oleh Bank Mandiri. Lewat perhelatan Wirausaha Muda Mandiri, T-Files terpilih sebagai juara pertama untuk kategori Mandiri Young Technopreneur Award. “Selain tambahan dana, Mita bisa belajar banyak dari pelatihan yang ditawarkan setelah mendapat penghargaan.

Nurul Arifin
the authorNurul Arifin
Admin & Writer
Only I can change my life. No one can do it for me.