Tuesday, December 11, 2018
Internetan

Apa Itu Email, Sejarah, Penggunaan, Etika, dan Keamanannya

Email atau Surat Elektronik (akronim: ratel, ratron, surel, atau surat-e) atau pos elektronik (akronim: pos-el.) atau imel (bahasa inggris: email) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer.

Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman.

Sejarah

Surat Elektronik sudah mulai dipakai tahun 1960-an. Pada saat itu internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan ‘mainframe’ yang terbentuk sebagai jaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.

Anatomi Ratel, sebagai contoh :

USERNAME@EXAMPLE.COM

Keterangan :

1.)Email saya: nama kotak surat (mailbox) atau nama pengguna (username) yang ingin dituju dalam mailserver

2.)Aceh.vibriel.net.id: nama mailserver tempat pengguna yang dituju, rinciannya :

2.1 Aceh: subdomain (milik pemegang nama domain), biasanya merujuk kesuatu komputer dalam lingkungan pemilik domain

2.2 Variabel: nama domain: biasanya menunjukkan nama perusahaan/organisasi/perorangan (Vibriel)

2.3 Net: second level domain, menunjukkan bahwa domain ini termasuk kategori Networking (net)

2.4 Id: top level domain, menunjukkan bahwa domain ini terdaftar di otoritas domain Indonesia (id)

Email Pertama Di Dunia

Konsep email pertama kali dikemukakan oleh Ray Tomlinson pada akhir tahun 1971. Pada awalnya “Ray bereksperimen dengan program komputer yang bernama SNDMSG yang pada saat itu digunakan untuk meniggalkan pesan pada komputer, sehingga orang yang memakai komputer dapat membaca pesan yang ditinggalkan oleh pemakai kopmputer “saat itu normal ketika banyak orang menggunakan komputer yang sama secara bergantian”.

Eksperimen Ray kemudian dilanjutkan dengan menghubungkan SNDMSG melalui file protocol yang bernama CYPNET sehingga program SNDMSG dapat mengirimkan pesan ke komputer lain “namun masih berada dalam satu jaringan ARPAnet. Eksperimen tersebut berhasil dan itulah awal terciptanya email.

Pesan email pertama kali yang dikirim oleh Ray pada 1971 merupakan email pertama di dunia. Kemungkinan pesan pertama yang dikirimkannya adalah QWERTYUIOP atau huruf serupa, “kata Ray dalam akun Flickr miliknya. Pada tahun 1972, Ray mengenalkan lambang @ “Indonesia dibaca ET” sebagai identitas Email untuk memisahkan antara Identitas pengguna dengan domain. @ “bahasa inggris ditulis AT” artinya adalah Kepada.

Metode pengiriman

Untuk pengiriman surat elektronik kita memerlukan suatu program mail-client. Adapun skema pengiriman dimulai dari pengiriman surat elektronik -> Internet -> POP3 server penyedia e-mail penerima -> e-mail client (di komputer si penerima) -> surat elektronik dibaca oleh si penerima.

Cara membaca surat elektronik

Surat elektronik pada mulanya disimpan di dalam sebuah mailserver.

Ada dua cara untuk mengakses surat elektronik :

1.) Dengan cara menggunakan peramban web, seperti Mozila Firefox. Metode ini disebut sebagai web-base, artinya kita menggunakan media web sebagai perantara ke kotak surat elektronik. Contoh: Yahoo! Mail dan Gmail. Untuk menggunakannya, pengguna haruslah dalam keadaan daring. Layanan surat elektronik berbasis web biasanya disediakan oleh penyelenggara layanan surel gratis.

2.) Menggunakan program pengaksesan surat elektronik (e-mail client), seperti: Outlook Express, Windows Mail, Mozilla Thunderbird. Dengan menggunakan program seperti ini, seseorang harus mengetahui konfigurasi yang bisa didapat dari ISP. Keuntungannya adalah dapat membaca surat elektronik tanpa perlu terhubung dengan secara terus menerus dengan internet dan puluhan surat elektronik dapat diterima dan dikirimkan secara bersama-sama sekaligus. Kelebihan lainnya adalah perangkat lunak ini menyediakan fungsi-fungsi penyuntingan dan pembacaan surel secara luring. Dengan demikian biaya koneksi ke internet dapat dihemat.

Etika penggunaan surat elektronik

Etika dalam surat elektronik sama dengan etika dalam menulis surat biasa. Ada surat elektronik yang isinya formal ada yang informal. Beberapa point penting :

1.)Jangan mengirim surat elektronik dengan lampiran (attachment) yang terlalu besar (lebih dari 512 kb). Tidak semua orang mempunyai akses Internet yang cepat, dan ada kemungkinan lampiran tersebut melebihi kapasitas surat elektronik penerima, sehingga akan ditolak mailserver penerima. Selain itu, perhatikan juga bahwa beberapa penyedia surat elektronik juga menerapkan batasan tentang jumlah, jenis, dan ukuran surat elektronik yang dapat diterima (dan dikirim) penggunanya.

2.)Jangan mengirim lanjut (forward) surat elektronik tanpa berpikir kegunaannya bagi orang yang dituju

3.)Selalu isi kolom subjek, jangan dibiarkan kosong.

4.)Dalam mengutip tulisan orang lain, usahakan mengutip seperlunya, jangan mau gampangan mengutip seluruh tulisan orang itu:

  • Dalam menjawab surat elektronik orang lain, kutip bagian yang kita tanggapi saja, selain lebih jelas juga tidak memakan waktu / jatah akses penerima.
  • Dalam mengutip tulisan orang ketiga, ingat hak cipta : kutip sedikit mungkin dan rujuk ketulisan aslinya.

5.)Jangan gunakan huruf kapital karena dapat menimbulkan kesan anda BERTERIAK

8.)Gunakan kata-kata dengan santun. Adakalanya sesuatu yang kita tulis akan terkesan berbeda dengan apa yang sebetulnya kita maksudkan.

Keamanan

Kemanan data di surat elektronik tidaklah terjamin dan selalu ada risiko terbuka untuk umum, dalam artian semua isinya dapat dibaca oleh orang lain. Hal ini disebabkan oleh karena surat elektronik itu akan melewati banyak server sebelum sampai di tujuan. Tidak tertutup kemungkinan ada orang yang menyadap surat elektronik yang dikirimkan tersebut.

Surat elektronik dapat diamankan dengan melakukan teknik pengacakan (enkripsi). Salah program enkripsi yang populer adalah PGP (Pretty Good Privacy). Dengan memakai PGP maka isi akan dienkrip, dan hanya orang yang tertuju dapat mendeskripsikan dan membaca surat elektronik tersebut. Kerugiannya adalah membuat repot pihak pengirim dan penerima (karena keduanya harus mempunyai program PGP), dan pengirim juga harus memiliki kunci umum penerima, dan melakukan enkripsi pesan dengan kunci tersebut).

Sekian artikel tentang pengenalan Apa Itu Email, Sejarah, Penggunaan, Etika, dan Keamanannya semoga bermanfaat, dan jangan lupa tinggalin jejak berupa komentar masukan atau kritikan dari agan mengenai artikel yang saya publish ini.

Nurul Arifin
the authorNurul Arifin
Writer
Who always Love learning about something new that important for me and other.