Minggu, 15 September 2019
KeuanganLife Style

Jangan Lakukan 5 Hal ini Jika Tidak Ingin Rugi di Pasar Saham

Foto: Pixabay

Pada tulisan ini saya akan memaparkan 5 hal yang HARUS KAMU HINDARI dalam berinvestasi saham, adapun sumber artikel ini saya dapat dari buku Anak Muda Miliarder Saham dan  5 poin yang akan saya uraikan satu persatu ini adalah berdasarkan pengalaman pahit yang dialami oleh penulis buku tersebut, ingin tahu lebih detail dan mengenal lebih dekat dengan penulis tersebut, kamu bisa membaca bukunya, mudah kok untuk mendapatkan bukunya, kamu bisa beli di Play Books, oya sebelum lanjut membaca artikel ini saya sebelumnya ada juga menulis tentang 12 Alasan Kenapa Kamu Harus Melakukan Investasi. okay Berikut ini 5 Hal tersebut:

1. Informasi orang dalam adalah kunci kesuksesan

Banyak investor yang dalam proses membeli atau menjual suatu saham perusahaan, diputuskan berdasarkan informasi yang berasal dari orang dalam (karyawan atau orang sekuritas). Atau kegiatan jual beli sahamnya berdasarkan informasi orang lain, bukan dari keputusannya sendiri.

Banyak dari mereka yang nyangkut sahamnya (rugi karena sahamnya turun terus) karena factor mendengar informasi orang dalam. Karena tidak memiliki skill dan hanya bermodal mendengar informasi orang lain, ketika terjadi kerugian ia tidak berani cut loss (menjual saham walau rugi), malah ia menahan saham tersebut hingga mengalami kerugian yang semakin membengkak! Ketika profit, kebanyakan orang yang tidak memiliki skill justru cepat-cepat untuk menjualnya dan hanya menghasilkan receh di pasar saham.

Coba bayangkan :

A) Ketika profit langsung cepat-cepat dijual.

B) Ketika rugi tidak dijual alias ditahan terus, akhirnya ruginya semakin membengkak.

Dengan system investasi seperti ini, bukankah investasi pasti akan rugi suatu hari nanti? Cepat atau lambat pasti akan rugi! Kasus ini mirip seperti ketika kamu memiliki keryawan yang buruk dan merugikan perusahaan, kamu tetap memelihara karyawan tersebut dan tidak berani memecatnya, dengan harapan agar ia suatu hari nanti bisa berubah menjadi karyawan yang baik. Dengan system seperti ini tidak heran perusahaan tersebut akan cepat bangkrut. Jadi selalu ingat, putuskan sendiri investasi kamu! Jangan mengikuti saran dari orang dalam.

Cukup dengan informasi dari orang dalam dan uang satu juta dolar, kamu dapat bangkrut dalam setahun. – Warren Buffett

2. Harus mengambil risiko besar agar dapat untung besar

Mungkin kita tidak asing lagi dengan kata-kata high risk high return, tapi sayangnya kata-kata tersebut tidak selalu berlaku termasuk dalam dunia investasi, tahukah kamu? Jika kamu berani mengambil risiko yang besar, maka untungnya akan besar juga. Dan dengan pengetahuan seperti ini disertai dengan tindakan yang nyata, cukup membuat kamu menjadi orang yang lebih miskin. Sebenarnya salah besar mindset seperti ini. Orang kaya itu sebenarnya tidak mengambil risiko yang besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Yang benar adalah mereka mengambil risiko yang terukur. Winners believe in calculated risk.

3. Percaya akan “system otomatis” atau “formula” yang mampu mencetak uang seketika

Dengan teknologi yang semakin canggih, saat ini banyak sekali investor-investor mulai mengembangkan system otomatis atau formula yang menghasilkan uang di pasar saham. Jika kamu mengamati, banyak sekali iklan-iklan yang menawarkan system atau formula untuk investasi saham yang secara otomatis bisa menghasilkan keuntungan untuk kita. Tetapi lucunya, kita tidak pernah mendengar orang yang benar-benar sukses di pasar saham dengan menggunakan system atau formula tersebut. Walaupun memang ada yang sukses, apakah kesuksesan itu bertahan secara jangka panjang? Atau hanya bertahan jangka pendek saja seperti lilin yang menerangi dengan indah tetapi bersifat sementara.

Baca Juga :  5 Hal Yang Perlu Kamu Lakukan Setelah Gajian

Justru banyak orang yang merugi karena menggunakan system seperti ini. Jadi ingat, jangan gampang tergiur untuk sesuatu yang sangat nyaman dalam menghasilkan uang. Dengan kita menyetor uang, lalu tiap bulan bisa mencetak uang untuk kita secara otomatis. Tidak ada hal seperti ini! Jika memang ingin sukses ya harus kerja cerdas dengan keras. Jika ingin sukses di pasar saham, kita harus mau menganalisis saham satu per satu hingga menemukan saham yang layak untuk kita investasikan.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Warren Buffett ketika ia diwawancarai oleh salah satu media di Amerika: “Bagaimana kamu menganalisis dan menemukan saham yang untung besar dari banyaknya perusahaan di Amerika? Buffett menjawab,” “Dimulai dari A-Z”.

Jadi ingat, ketika ada orang yang menawarkan bahwa mereka memiliki system yang “tak mungkin salah”, “tak mungkin rugi”, “pasti profit minimal 30% dalam sebulan”, kamu jangan hanya berjalan tetapi larilah ke pintu keluar terdekat. Karena kunci kesuksesan investasi adalah kesabaran dan disiplin.

4. Harus bisa memprediksi pasar jika ingin menjadi kaya

Kebanyakan investor saat ini memanfaatkan ilmu memprediksi mereka untuk menilai suatu saham apakah naik atau turun di kemudian hari. Ketika profit, biasanya tipe investor jenis ini akan membanggakan hasil prediksinya dengan memberitahukan kepada semua orang di sekitarnya bahwa prediksinya benar dan semakin percaya diri dengan prediksi selanjutnya. Saat ini banyak orang yang memprediksi arah pasar saham dengan mengaitkan bintang di langit, pergerakan planet, hukum newton, hukum fisika, atau lainnya. Saya tidak tahu, bisa jadi ada juga investor yang bertanya kepada dukun apakah saham yang ia pegang bisa naik atau tidak. Terdengar lucu dan tidak masuk akal bukan? Tapi kenyataannya banyak orang menerapkan dan belajar hal seperti itu. Bahkan berani membayar dengan biaya yang sangat mahal untuk belajar sesuatu yang tidak berarti.

Baca Juga :  Apa Itu Bitcoin Dan Hukum Penggunaannya Dalam Kehidupan

Selalu ingat, investor sukses tidak mengandalkan prediksi atau gerakan pasar mendatang. Prediksi adalah sumber kehidupan bulletin dan pemasaran reksa dana, bukan sumber kehidupan dari investasi yang sukses.

Berikut ini salah satu contoh betapa bahayanya berinvestasi dengan cara memprediksi dan mengikuti hasil prediksi orang lain:

Elaine Garzarelli, awalnya seorang pengamat data yang tidak terkenal. Tanggal 12 oktober 1987, ia memprediksi “akan segera terjadi kemerosotan di bursa saham”. Itu hanya seminggu sebelum peristiwa “Black Monday” di bulan Oktober itu juga. Tiba-tiba ia menjadi pesohor media. Dan dalam beberapa tahun ia telah mengubah status pesohornya menjadi kekayaan. Uang mengalir ke reksa dananya mencapai $700 juta dalam waktu kurang dari satu tahun. jika management fee reksa dana hanya 1% saja, itu berarti senilai $7 juta setahun. Ia juga mulai menerbitkan bulletin yang segera berkembang dengan lebih dari 100,000 pelanggan. Manfaat bisnis dari status guru menghasilkan banyak uang bagi Elaine Garzanelli, tetapi tidak bagi para pengikutnya. Tujuh belas tahun setelah ia pertama kali meroket menjadi perhatian public, Elaine masih mempertahankan status guru, meskipun reksa dananya sudah ambruk, buletinnya tidak lagi beredar dan rekam jejak prediksinya terlihat buruk. Ada 14 prediksi publiknya antara tahun 1987 dan 1996, seperti tercatat oleh The Wall Street Journal, Business Week,  dan The New York Times. Dari 14 prediksi itu, hanya 5 yang benar. Berarti kesuksesannya hanya 30%. Kamu dapat melakukannya lebih baik dan mencetak lebih banyak uang dengan hanya melempar koin, dengan kemungkinan benar 50%.

5. Mengikuti Saran Jual/Beli Saham dari Orang yang Sukses

Banyak orang mengira, untuk sukses di pasar saham harus mengikuti saran jual/beli saham dari orang yang lebih sukses, ini tentu salah besar. Seperti yang saya bahas di tulisan sebelumnya, putuskan sendiri investasi kamu. Jangan dengarkan siapapun. Jika ada orang yang memberikan kamu informasi, boleh saja diterima. Tetapi jangan menerimanya mentah-mentah dan bertindak sesuai informasi tersebut.

Baca Juga :  19 Orang Terkaya di Indonesia Fersi Forbes (2018)

Biasanya banyak murid baru saya selalu bertanya, saham apa yang bagus untuk di investasikan? Saya tidak pernah menjawab pertanyaan seperti ini, apalagi memberikan rekomendasi saham. Saya sangat tidak ingin jika murid saya memiliki sifat ketergantungan terhadap saya mengenai jual beli saham. Saya ingin siapapun yang sungguh-sungguh ingin belajar berinvestasi dipasar saham, harus bisa secara independen untuk memutuskan investasinya sendiri dan menghasilkan keuntungan. Jika profit, kamu mengerti kenapa kamu bisa profit. Begitupun jika rugi, kamu mengerti mengapa kamu rugi dan kemudian hari bisa memperbaiki kesalahan tersebut. Jadi ingat, jangan habiskan uang kamu untuk mengikuti pembayaran bulanan yang memberikan kamu rekomendasi saham untuk jual/beli.

Itu dia artikel Jangan Lakukan 5 Hal ini Jika Tidak Ingin Rugi di Pasar Saham, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu dalam berinvestasi. Salam sukses!

Nurul Arifin
the authorNurul Arifin
Admin & Writer
Only I can change my life. No one can do it for me.