Sunday, 21 April 2019
Other

Cara Memilih Calon Pemimpin Pada Tanggal 17 Maret 2019 Agar Tidak Salah Pilih

Image : matamatapolitik

Pemilihan umum merupakan salah satu kesibukan publik untuk memilih pemimpin untuk sebuah daerah, kota atau kabupaten, provinsi maupun negara. Pemilihan umum tidak sekedar dilakukan hanya untuk memenuhi panggilan dan menjalankan tugas sebagai seorang warga negara tetapi sebagai seorang warga negara yang baik kita harus memutuskan secara lebih kritis seseorang yang akan menjadi pemimpin yang akan menciptakan perubahan bagi wilayah dan juga rakyat yang dipimpin. Cara memilih calon pemimpin pada tanggal 17 Maret 2019 agar tidak salah pilih adalah sebagai berikut:

Pastikan Anda Mengenal Orang Yang Anda Pilih

Image : Pixabay

Cara memilih calon pemimpin yang pertama adalah mengenal orang yang menjadi calon pemimpin adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan sebab setiap calon pemimpin harus memenuhi kriteria kepemimpinan yang baik karena menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang sangat mudah.

Jika anda mengenal orang tersebut pernah melakukan hal yang sangat tidak sesuai dengan aturan moral dan agama maka anda lebih baik tidak memilih orang tersebut pada acara pemilu karena dia mungkin akan mengulang lagi tindakan buruknya ketika dia menjabat sebagai seorang pemimpin.

Jangan Memilih Orang Yang Menyuap

Beberapa bulan sebelum hari pemilu tiba, banyak kandidat yang mencari kesempatan untuk memberikan “buah tangan” kepada masyarakat yang akan ikut pemilu diwilayahnya. Memberikan buah tangan menunjukkan bahwa kandidat tersebut meminta orang yang diberikan buah tangan itu untuk memilihnya di hari pemilu.

Cara memilih calon pemimpin yang benar adalah dengan menyaksikan seorang calon pemimpin yang baik tidak melakukan hal yang sangat tidak bermoral ini tetapi lebih menunjukkan kecerdasan, ketegasan, kekreatifan dan semua kriteria yang membuatnya berhak menduduki posisi sebagai seorang pemimpin. Calon pemimpin yang seperti ini tidak akan menyuap dalam bentuk apapun kecuali jika kebiasaannya bersedekah tanpa mengharapkan balasan atau imbalan apapun.

Baca Juga :  5 Fakta Gunung Krakatau: Pemicu Tsunami Selat Sunda

Rasionalkan Bahasa Yang Digunakan

Banyak calon pemimpin yang suka merangkai cerita yang kedengaran tidak logis. Misalnya, seorang calon anggota DPRD mengatakan bahwa dia akan mengubah kondisi pendidikan, mengatasi kemiskinan, memajukan pembangunan daerah dan akan selalu bersama rakyat.

Tidak semua ini akan terealisasikan oleh karena mengatasi masalah ini bukan lah hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang mungkin lebih dari satu periode nya menjabat sebagai anggota DPRD. Jika pemimpin mengatakan dan membuat perjanjian seperti ini dihadapan masyarakat maka semua itu hanyalah hayalan semata yang hampir mustahil untuk direalisasikan.

Pilihlah Caleg yang berbicara sederhana dan berambisi dengan lebih rasional. Pemimpin yang mencoba untuk memulai memecahkan masalah sederhana dan berlanjut ke masalah yang lebih besar menjadi orang yang lebih tepat untuk dijadikan pemimpin.

Bandingkan Antara Satu Calon Dengan Calon Lainnya

Cara memilih pemimpin selanjutnya adalah dengan membandingkan antara satu calon dengan calon lainnya sangat penting agar sebagai masyarakat kita mengetahui kandidat terbaik untuk memimpin sebuah daerah. Hal yang dibandingkan dari calon pemimpin adalah moral, kecerdasan dan agama.

Ketahui moral atau sikap nya terhadap masyarakat. Ketahuilah apakah sebelumnya dia memiliki pengalaman melakukan hal yang melanggar moral. Hal selanjutnya yang harus dipertimbangkan diantara calon pemimpin adalah kecerdasan mereka. Kecerdasan dapat dilihat dari prestasinya yang telah dicapai, karir yang sedang dia jalankan dan yang tidak kalah pentingnya adalah latar belakang pendidikannya.

Perhatikan Latar Belakang Pendidikan

Image : Pixabay

Latar pendidikan adalah salah satu persyaratan yang sangat penting untuk seorang calon pemimpin karena tanpa latar pendidikan yang baik. Semakin baik latar belakang pendidikan yang dimiliki semakin besar pula peluang menjadi pemimpin yang baik. Pendidikan tidak hanya menjamin calon pemimpin memiliki ilmu tetapi juga moral.

Baca Juga :  8 Situs dan Aplikasi Bermanfaat Bagi Pelajar Yang Wajib Kamu Ketahui

Pastikan Calon Pemimpin Memiliki Pengalaman Memimpin

Pengalaman memimpin sangat diperlukan, karena jika calon tidak memiliki pengalaman memimpin dia akan kewalahan saat memimpin rakyat dengan jumlah yang sangat banyak, cara berpikir yang berbeda, latar belakang yang berbeda. Dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah kemampuan seorang pemimpin dalam pemecahan masalah. Berbagai macam masalah yang akan dihadapi selama memimpin, oleh karena itu pemimpin akan dituntut untuk mampu memecahkan masalah dengan cepat dengan cara berpikir kritis.

Pastikan Dia Memiliki Toleransi Yang Tinggi

Berbagai macam latar belakang baik itu latar belakang agama, adat, budaya dan suku yang akan dihadapi ketika memimpin sebuah daerah atau negara. Karena didalam sebuah daerah atau negara terdiri dari berbagai macam latar belakang.

Oleh karena fakta yang demikian, seorang calon pemimpin wajib memiliki toleransi yang tinggi tidak dengan memperhatikan masyarakat dengan latar belakang yang sama dengannya tetapi juga dengan masyarakat yang latar belakangnya berbeda.

Misalnya, mengizinkan setiap kelompok agama untuk mendirikan tempat peribadatan mereka di suatu daerah yang dipimpin, menghormati mereka dalam segala kegiatan keagamaan dan menampung berbagai aspirasi dari masyarakat yang berbeda agama tersebut.

Dengan demikian sedikit tentang bagaimana cara memilih pemimpin di tahun 2019 ini, berpikirlah lebih kritis dan analitis ketika memilih pemimpin. Jika anda salah memilih pemimpin, orang tersebut akan merugikan diri anda sendiri selama lima tahun periode kepemimpinannya. Siapkan diri anda dan kontribusi suara anda di hari memilih calon pemimpin yang diadakan pada tanggal 17 April 2019.

Zul Fadly
the authorZul Fadly
WRITER