Jumat, 23 Agustus 2019
Sejarah

3 Filosof Barat Yang Paling Berpengaruh di Dunia

Filosof adalah orang yang berpikir menggunakan logika dan pemikiran yang dilakukan secara mendalam. Filosof-filosof menggunakan jalur pemikiran yang berbeda-beda dalam berpikir. Setelah mereka mengalami proses berpikir kemudian menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijelaskan secara logis. Namun demikian, walaupun hasil pemikiran mereka dianggap logis, tidak semua filosof lain menerima kesimpulan tersebut sebab filosof menggunakan proses berpikir yang berbeda untuk mencapai suatu kesimpulan. Tidak semua filosof pula saling menentang pendapat, sebagian mereka meletakkan pemikiran pada titik sudut pandang yang sama. Mengenal filosof merupakan hal yang sangat penting agar kita mengenal dan memahami arah pemikiran mereka bertujuan untuk menghindari kesalah pahaman saat memahami ilmu filsafat lebih lanjut. Didalam artikel ini, saya akan menyebutkan dan memperkenalkan secara umum tiga filosof barat yang berpengaruh terutama pada filsafat barat.

1. Socrates

Sokrates adalah seorang filosof yang sangat berpengaruh didunia. Beliau lahir di Athens pada 470 SM yang merupakan ibukota negara Yunani. Ayah beliau bernama Sophroniscus merupakan seorang pengrajin ukiran kayu dan batu. Sedangkan nama ibu beliau adalah Phaenarete bekerja sebagai bidan. Sokrates dengan baik hati nya mengeluarkan seorang yang bernama krito dari sebuah bengkel ukiran yang kemudian dia sekolahkan. Semenjak itu mereka menjalin hubungan persahabatan yang sangat lama. Semenjak kecil, Socrates menjadi muridnya Anaxagoras. Ketika Anaxagoras menjalani hukuman, Socrates berguru pada Archelaus merupakan seorang ahli fisika yang pernah juga berguru pada Anaxagoras.

Walaupun Socrates adalah filosof terkenal, dia tidak meninggalkan hasil pemikirannya dalam bentuk tulisan yang dapat dijadikan bukti pemikirannya tersebut. Sehingga, plato seorang murid Socrates yang mendapatkan warisan ilmu darinya yang mempertahankan beberapa pandangan Socrates dalam bentuk tulisan. Menurut Cooper yang menulis biografinya Socrates memandang jiwa dimana sifat baik dan buruk manusia dikandung adalah hal yang lebih penting dari pada fisik sebab kualitas jiwa menentukan karakteristik hidup manusia, lebih baik atau lebih buruk, sehat atau sakit dan kaya atau miskin. Semua hal ini ditentukan bagaimana kondisi jiwa seorang manusia.

2. Plato

Plato juga merupakan salah seorang filosof yang berpengaruh didunia. Plato berguru kepada Socrates. Plato lahir pada 428 SM. Plato terlahir dalam keluarga yang masuk kedalam kategori Athenian terhormat. Keluarga Plato seperti saudara lelaki dan pamannya bergelut dalam politik yang menyebabkan plato sendiri juga terjun ke dalam ranah politik. Plato menghadiri sekolah yang dihadiri oleh anak pada umumnya. Dia menghadiri sekolah tersebut dengan ditemani oleh seorang tutor (tidak ada sekolah publik pada saat itu).

Plato mulai berguru dengan Socrates sejak umur 20 tahun. Dia bersama Socrates sampai Socrates dihukum mati oleh demokrasi Athenian. Ini menjadi pengalaman yang sangat mengerikan baginya. Plato merupakan filosofer yang serius, bermoral dan kaku. Dia menolak hal-hal yang menggembirakan bahkan tertawaan (Republic, 388e and Laws, 732c).

Menurut Hummel yang menulis biografi Plato, perlu diingat bahwa filsafat Plato bukanlah sebuah doktrin, Filsafat plato berbeda dengan Hegel misalnya. Yang membedakan filsafat nya adalah kemajuan atau proses bagaimana pemikirannya dibentuk. Cara dia berpikir menggunakan metode dialektikal dimana dia membuat perkumpulan symposium atau perlawanan untuk beradu pendapat. Dialog plato yang sering memperjelas konsep seperti keindahan, kewajiban, cinta, keadilan atau kesenangan tidak berujung diterima oleh para pemikir-pemikir lainnya. Tetapi pemikirannya hingga sekarang diterima oleh kalangan akademisi dan dipelajari sampai sekarang.

Baca Juga :  10 Ilmuan Muslim Terbesar dan Terhebat Sepanjang Sejarah

3. Aristoteles

Aristoteles lahir pada 384 SM. Ilmuwan dan filosof yunani yang pemikirannya mempengaruhi sejarah intelektual barat selama 2 melenia atau setara dengan dua ribu tahun. Aristoteles merupakan anak dari seorang fisikawan dan kakeknya Alexande The Great. Dia menjadi muridnya plato selama 20 tahun. Setelah plato meninggal, kemudian dia menjadi gurunya Alexander. Aristoteles juga mengendalikan beberapa bidang ilmu sains dan seni seperti fisika, kimia, biologi, zoology; psikologi, teori politik dan etik; logika dan metafisika, sejarah, teori sastra dan retorik.

Setelah kemunduran romawi, karya Aristoteles hilang di dunia barat. Namun, diabad ketiga, ilmuwan arab memperkenalkan Islam, ilmu agama, filsafat, dan ilmu alam kepada aristoteles. semuanya sesuai dengan pemikirannya. Pemikiran Aristoteles diperkenalkan kembali dibarat melalui ilmuwan arab dan yahudi. Karyanya menjadi pondasi aliran skolatisme abad pertengahan. Katolik romawi menunjukkan bahwa aliran skolitisme ini dipenagruhi oleh St. Thomas Aquinas dan Aristoteles. Teori Aristoteles juga memberi pengaruh positif pada filsafat abad ke 20-an. Pendekatan keagamaannya penting untuk biologi tetapi pendekatan ini tidak digunakan dalam bidang fisika oleh revolusi ilmiah abad ke-17. Hasil karya Aristoteles dalam bidang astronomi yang dikembangkan oleh Ptolemi dibantah oleh penelitian Copernicus dan Galelio.

Zul Fadly
the authorZul Fadly
WRITER