Sunday, 21 April 2019
InternetTechnology

Apakah Bitcoin Itu Dilarang Dan Diharamkan Di Indonesia?

Sebelumnya penulis sudah menuliskan tentang transaksi bitcoin, mulai dari definisi bitcoin, hukum menggunakannya, dan beberapa fatwa ulama yang membolehkannya bisa dilihat pada halamat ini.

Namun pada bulan Januari 2018, para pemilik tambang bitcoin di Indonesia dikagetkan dengan pemberitaan pada surat-surat kabar baik offline maupun online yang memberitakan tentang BI melarang perdagangan / transaksi bitcoin, kemudian disusul dengan komentar tegas dari ketua MUI, KH. Cholil Nafis bahwa investasi bitcoin ini haram dan jika digunakan hanya sebagai alat tukar maka hukumnya mubah. berikut penjelasan tentang uraian diatas.

Bank Indonesia Larang Transaksi Bitcoin

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa transaksi bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, jadi dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. BI memberi peringatan kepada semua pihak agar tidak menjual, membeli, dan memperdagangkan bitcoin.

Kenapa BI melarang ? karena merujuk pada Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah.

Bitcoin sangat berisiko dan akan mengakibatkan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency serta nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble) serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat. (detik[.]com)

MUI Mengharamkan Investasi Pada Bitcoin

Ketua Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa bitcoin hukumnya mubah jika digunakan untuk alat tukar bagi yang mengakuinya, tetapi Bitcoin hukumnya Haram jika digunakan untuk investasi. kenapa haram? karena investasi dalam bentuk bitcoin mengarah sepenuhnya pada gharar (ketidakjelasan) atau spekulasi yang merugikan orang lain / pihak lain serta bisa dipergunakan pada transaksi yang diharamkan Islam seperti jual beli minuman keras, narkoba, dan lain sebagainya. bitcoin juga tidak ada aset pendukung dan harga yang tidak bisa dikontrol, keberadaannyapun tidak ada yang menjamin secara resmi. hal-hal tersebut yang menyebabkan investasi pada bitcoin itu haram.

Baca Juga :  Apa Itu Bitcoin Dan Hukum Penggunaannya Dalam Kehidupan
Fatwa DSN MUI menyebutkan, transaksi jual beli mata uang hanya boleh dilakukan dengan beberapa ketentuan. Yaitu tidak untuk spekulasi, ada kebutuhan, apabila transaksi dilakukan pada mata uang sejenis nilainya harus sama tunai (taqabudh). Bitcoin sebagai alat tukar hukumnya boleh dengan syarat harus ada serah terima (taqabudh) dan sama kuantitasnya jika jenisnya sama. Dan jika jenisnya berbeda disyaratkan harus taqabudh secara haqiqi atau hukmi (ada uang, ada bitcoin yang bisa diserahterimkan).
Nah itu di sedikit penjelasan tentang apakah bitcoin itu dilarang dan diharamkan di Indonesia atau tidak. Semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca setia Beuget sekalian.
Irawati Ilyas
the authorIrawati Ilyas
writer